Tingkatkan Pendapatan Desa Melalui Optimalisasi BUMDes

img

TENGGARONG, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Muara Enggelam mempunyai  pendapatan rata-rata Rp 516 juta dalam waktu 2,5 tahun. BUMDes ini sekarang memiliki 6 unit usaha.

Plt Bupati Kukar Edi Damansyah, mengaku bangga dengan peran BUMDes Muara Enggelam yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), Kemajuan BUMDes sangat pesat Seperti pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal sejak maret 2015,

Edi meminta kepada seluruh kepala desa se-Kukar agar potensi di daerah dikelola dengan baik lewat BUMDes. Pihak desa diberikan kewenangan dalam pengelolaan potensi di wilayahnya melalui BUMDes yang ditetapkan dalam peraturan desa.

“Ini terus kita dorong bagaimana ke depan potensi yang ada betul-betul dikelola dengan baik, seperti BUMDes di Loa Kulu, Muara Enggelam, Sumber Sari dan Sungai Payang,” katanya

Ia mengatakan, BUMDes di 4 lokasi tersebut tergolong maju karena kepala desanya kreatif dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya.

“BUMDes di Kukar ini sudah bergerak, tinggal penguatan saja, kita imbau pada dunia usaha sektor apapun di Kukar, diminta bantu BUMDes dalam pengembangan usaha. Pihak perbankan juga bisa bantu dalam hal pemberian kredit permodalan usaha,” kata Edi.

Seperti yang disampaikan Ramsyah Ketua BUMDes Muara Enggelam, penghasilan dari PLTS sekitar Rp 16 juta-20 juta/bulan, BUMDes itu sudah lama beroperasi, tapi pengurusnya mulai dibentuk saat keberadaan PLTS Maret 2015 silam, sekarang ada enam unit usaha yang dikelola BUMDes saat ini meliputi, PLTS komunal, TV kabel, sarang burung walet, pasar desa, air minum dan molding, untuk unit usaha pasar desa, BUMDes menyiapkan lapak buat disewakan kepada para pedagang yang berjualan 3 kali dalam seminggu.

“Pengolahan air minum isi ulang bantuan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri pada 2011, aset pengolahan air isi ulang ini diserahterimakan ke BUMDes untuk kemudian dikelola, hingga saat ini BUMDes Muara Enggelam memiliki 10 karyawan tetap,” tutur Ramsyah.

Ramsyah juga menambahkan, ada dua unit usaha diserahkan ke pihak pengelola dengan sistem bagi hasil 50:50, yakni usaha molding dan air isi ulang. Sesuai Peraturan Desa (Perdes), 25 persen penghasilan dari BUMDes dialokasikan untuk PADes, operasional pengurus 5 persen, honorarium 15 persen untuk 10 orang, dana sosial 9 persen, pajak 1 persen dan modal usaha 45 persen.

“Kami berencana untuk meningkatkan kapasitas daya listrik yang ada. Saat ini tiap keluarga mendapatkan daya listrik 350 watt dari PLTS, ke depan akan ditingkatkan menjadi 750-900 watt. Paling tidak, kami membutuhkan dana sekitar Rp 500 juta-Rp 600 juta,” ucapnya. aji/poskotakaltimnews.com